Salah satu tokoh perempuan yang sangat saya ingat
kiprahnya adalah Raden Ajeng Kartini. Beliau mampu mendobrak batasan patriarki
yang sewenang-wenang membatasi peran perempuan di ranah publik. Dahulu
perempuan tidak bisa sekolah di luar rumah, namun dengan perjuangan beliau kini
perempuan sudah banyak yang bersekolah, baik dari dalam hingga ke luar negeri.
Perempuan tidak hanya mengenyam pendidikan menengah saja, bahkan hingga
pendidikan terakhir yaitu Doktor bisa ditempuh oleh perempuan. Beliau bahaduri
dalam kegelapan.
Selain itu wakil rakyat saat ini sudah diberikan kursi
untuk menduduki gedung. Banyak berita yang kita dengar dari gebrakan-gebrakan
nyata yang dilakukan perempuan. Sebut saja menuntaskan korupsi secara perlahan.
Gebrakan ini tentu saja menimbulkan banyak pergolakan, bahkan mungkin ancaman
pada kehidupannya. Namun dengan sifat bahadurinya, ia mampu melawan situsi
sulit dalam pekerjaannya.
Kemudian banyak kritik tajam, tekanan dimana-mana,
juga harus menyeimbangkan peran sebagai istri, ibu dan anak. Banyak tuntutan
dalam hidupnya, namun semua disikapi dengan gagah berani, bijak mengambil
risiko apapun. Inilah bahaduri yang nyata.
Sebagai perempuan yang perasaannya lebih dominan,
pengambilan keputusan-keputusan dalam bekerja tidaklah mudah. Kadangkala logika
dan perasannya tidak sinkron. Namun bagaimanapun ia berusaha bertindak sigap,
nyata, dan profesional. Semoga dalam kepemimpinan perempuan, bahaduri ini
menjadi sifat yang dapat diteladani dalam bekerja secara bijaksana.
#writober2025
#writoberIPJakarta2025
#bahaduri
#IbuProfesionalJakarta
#IbuProfesional
0 komentar:
Posting Komentar