Kamis, 23 Oktober 2025

Selumbari, Kemarin, atau Hari Ini

 

Hari ini seorang perempuan bisa tertawa lepas dengan teman-temannya, beraktivitas dengan penuh semangat dan keyakinan. Namun, selumbari bisa saja ia sedang bersedih, memikirkan hal yang sulit, yang mungkin tidak mudah untuk dipahami. Begitulah terkadang siklus dari perasaan perempuan, yang katanya susah ditebak.

             Kemarin saya bertemu dengan teman lama, tentu saja perempuan, Ia mencurahkan isi hatinya pada saya. Lalu tentu saja saya sebagai teman baiknya mencoba memahami, walau terkadang saya sedikit bingung. Mengapa bingung? Tentu karena dunia terasa begitu mudah terombang-ambing. Selumbari ia masih tertawa lepas menceritakan tentang teman barunya di tempat kerja pada saya. Katanya teman baru ini lucu sekali, humoris, dan tidak membosankan. Lalu kemarin ia bilang teman baru ini sangat manipulatif. Sungguh membingungkan, bukan?

Jadi, hari ini, saya harus percaya cerita yang kemarin atau selumbari saja? Saya hanya mengambil kesimpulan bahwa sikap orang lain terhadap kita tidak bisa selalu konsisten, tentu ada saja faktornya. Jadi wahai perempuan, kamu tidak boleh hanya memakai perasaan saja, logika juga penting dalam menyelami beberapa hal. Kalau memakai perasaan terus, tentu saja akan banyak goyangan-goyangan pertemanan.

Baik selumbari, kemarin, maupun hari ini, kita harus menggunakan logika dan perasaan secara seimbang. Logika dibutuhkan untuk menganalisis, sementara perasaan perlu memunculkan empati dan simpati. Ini juga yang merupakan dua hal yang dibutuhkan seorang pemimpin perempuan. Semua perempuan adalah pemimpin, setidaknya memimpin dirinya sendiri.

#writober2025

#writoberIPJakarta2025

#selumbari

#IbuProfesionalJakarta

#IbuProfesional


Share:

0 komentar:

Posting Komentar